Sabtu, 25 Agustus 2012

Pentingnya Peran Aktif Posyandu

SUKADANA--Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) KKU, Hj Diah Permata Hildi menerangkan pos pelayanan terpadu (Posyandu) merupakan wadah peningkatan kesehatan masyarakat. “Besarnya peranan kader Posyandu, perlu dilakukan revitalisasi Posyandu dalam bentuk pelatihan kader baru, untuk menambah kekurangan kader dan meningkatkan kinerja kader dalam mengelola Posyandu. Mengingat Posyandu merupakan salah satu wadah yang diharapkan dapat menunjang peningkatan kesehatan masyarakat,” tutur Diah, belum lama ini. Dikatakannya usaha mempersiapkan kader Posyandu harus dilakukan sebaik-baiknya. Di tangan mereka terletak keberhasilan pengembangan dan pembinaan peran serta masyarakat. “Dalam upaya untuk melihat tingkat pencapaian perkembangan Posyandu agar tidak pasif, perlu dilakukan telaah kemandirian Posyandu,” harapnya. Tujuannya, yakni untuk melakukan kategorisasi atau stratifikasi Posyandu yang bisa dikelompokan menjadi empat tingkatan, seperti Posyandu Pratama, Madya, Purnama, dan Mandiri. “Dengan demikian kita mempunyai alat kontrol untuk selalu mengetahui perkembangan Posyandu di wilayah kita,” ucapnya. Ia menjelaskan di wilayah KKU masih banyak terdapat Posyandu yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Belum mempunyai peralatan yang memadai. Sebagian besar Posyandu belum memiliki jumlah kader yang lengkap. Belum terlatih, belum mampu mandiri dan cakupan Posyandu masih perlu ditingkatkan.“Hal ini sangat perlu untuk mendapatkan perhatian kita. Karena, Posyandu merupakan salah satu tempat yang dekat dan telah dikenal masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ulasnya. Keberhasilan pengelolaan Posyandu, sambungnya, memerlukan dukungan dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil maupun finansial. Selain itu diperlukan adanya kerja sama dengan berbagai sektor terkait, di samping ketekunan dan pengabdian para pengelolanya. Kesemuannya mempunyai peranan strategis dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan Posyandu. “Apabila kegiatan Posyandu dapat diselenggarakan dengan baik, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pada gilirannya akan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di KKU yang kita cintai ini,” doanya. (mik)

Orangtua Dilarang Memaksa Anak dalam Penentuan Bakat

TIDAK dapat dipungkiri, sulit rasanya ketika mengetahui bahwa buah hati Anda memiliki kebutuhan khusus. Kesabaran menjadi kunci utama. Pasalnya, mengembangkan bakat anak berkebutuhan khusus juga butuh waktu yang tidak terbatas. Oleh karena itu, yang perlu Anda lakukan untuk mengatasinya dengan buka pikiran dan hati Anda. Pasalnya, anak yang “special” butuh orangtua yang memiliki keahlian khusus untuk mendampingi mereka. Sama seperti yang lain, setiap orangtua pasti ingin mengembangkan bakat yang dimiliki buah hatinya, tak terkecuali terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, berbeda dengan Farhan. Presenter kondang ini mempunyai orientasi berbeda terhadap anaknya. Baginya, mengembangkan bakat anak memang perlu, namun belajar soal human skill dan soft skill lebih penting. “Anak saya belum terlihat bakatnya hingga sekarang, karena saya tidak memiliki orientasi yang aneh-aneh. Buat saya, anak belajar yang namanya tindakan untuk membangun karakter baik dalam pribadi mereka lebih penting. Saya ingin membangun rasa sopan, tata krama, dan kepedulian di dalam diri anak saya, itu yang terpenting untuk saya,” ucap Farhan saat berbincang dengan di Klinik Tumbuh Kembang RHE, Jakarta, beberapa waktu silam. Selain ektra sabar dalam melihat bakat pada anak sulungnya tersebut, Farhan bersama istri juga harus dihadapkan dengan penolakan anak keduanya yang tidak bisa menerima keadaan sang kakak yang autis. “Adiknya sedikit bermasalah karena pada dasarnya memang adiknya tidak dapat menerima keadaan yang terjadi pada kakaknya. Karena tidak semua saudara kandung dapat menerima saudaranya yang sedikit berbeda,” tambah presenter yang khas dengan canda tawanya ini. Namun bagaimanapun, beban tanggung jawab itu ada ditangan orangtua, bukan adiknya atau siapapun. Yang penting, menurut Farhan, mengajarkan bagaimana memerankan perannya masing-masing dan ikatan bersaudara itu sendiri yang penting dilakukan. “Cara saya mengatasinya sewaktu tahu si adik menolak kondisi kakaknya, saya bilang ke dia, ‘Oke, kita hadapi bersama.’ Tetapi itu bukan berarti bahwa si adik tidak menyayangi si kakaknya yang autis,” tutupnya. (ina)

Rabu, 25 April 2012

Jabar akan bangun 1.000 Posyandu

Sukabumi (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun 1.000 pos pelayanan terpadu atau Posyandu yang rencana pembangunannya akan dimulai pada Juni mendatang dan diharapkan tuntas pada 2012 ini. "Pembangunan 1.000 posyandu merupakan progam utama revitalisasi Posyandu se-Jabar yang anggarannya berasal dari APBD Jabar 2012," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Desa (BPMPD) Jabar, Dadang M Ma`sum di sela pembukaan pelatihan kader dan pedamping Posyandu se-Jabar di Sukabumi hari ini. Selain bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jabar, pembangunan Posyandu itu katanya, ditujukan agar penanganan masalah kesehatan bisa lebih cepat dan baik, karena Posyandu merupakan pusat pelayanan kesehatan yang terdekat dengan masyarakat. Ia mengatakan, anggaran untuk membangun satu Posyandu adalah sebesar Rp19 juta, sementara anggaran Pemprov Jabar untuk program revitalisasi Posyandu setiap tahunnya adalah Rp50 miliar. "Pada tahun ini progam revitalisasi Posyandu ditekankan pada pembangunan insfrastruk sementara pada 2011 lalu ditekankan pada pengkaderan," tambahnya. Progam revitalisasi itu akan berjalan selama tiga tahun dan sudah dimulai dua tahun sejak 2011 lalu dan pada 2013 akan diadakan evaluasi kerja, apakah progam yang sumber danannya dari APBD Jabar ini berjalan baik di daerah atau tidak. "Jika hasil evaluasi kurang baik bahkan buruk maka progam ini akan dihentikan sementara, tetapi jika baik hasilnya maka dipastikan akan dilanjutkan," kata Dadang. Mengenai kader Posyandu, disebutkan bahwa Jabar saat ini masih kekurangan karena hanya ada sekitar 150 ribu. Seharusnya sedikitnya dari 50.046 Posyandu ada 250 ribu kader, atau sedikitnya lima kader pada satu Posyandu. Kurangnya kader Posyandu disebabkan oleh minimnya insentif dari pemerintah daerah. Kebanyakan kader yang ada saat ini bekerja dengan sukarela walaupun beberapa kota dan kabupaten sudah memberikan insentif khusus. (ANTARA)

Selasa, 27 Maret 2012

Netty Heryawan: Hanya 40% Posyandu Berfungsi Baik


Bandung - Ketua Tim Penggerak Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jabar Netty Prasetiyani Heryawan meminta para pemangku kebijakan dan elemen masyarakat bersama–sama mengoptimalkan fungsi pos pelayanan terpadu (posyandu). Pasalnya ditemukan fakta yang mencatat hanya 40% dari 47.863 posyandu di Jabar yang berfungsi dengan baik.



"Berdasarkan peninjauan lapangan, tercatat ada 40% posyandu berjalan baik. Itu pun hanya separuhnya yang memiliki peralatan memadai. Catatan berikutnya, fungsi posyandu yang diberdayakan baru sebatas pelayanan kesehatan dasar," ungkap Netty pada pelatihan MOT bagi Kelompok Kerja Nasional (Pokjanal) Posyandu Provinsi Jabar 2012 di Gedung PKK Jabar.

Netty menyayangkan fungsi posyandu baru sebatas kegiatan pelayanan kesehatan dasar, seperti tempat penimbangan bayi dan balita. Padahal posyandu dapat berperan dalam peningkatan kapasitas pendidikan, keterampilan, dan pelatihan kegiatan ekonomi penunjang keluarga.

"Sejumlah tantangan dan kelemahan yang dihadapi posyandu dewasa ini, di antaranya peralatan dasar, kapasitas kader penggerak yang rata-rata memiliki pengetahuan dan keterampilan minim. Ada keterbatasan tenaga karena rata-rata 4 posyandu hanya dilayani 1 kader," tuturnya.

Untuk menuntaskan masalah tersebut, lanjut Netty, TP PKK Jabar akan melakukan revitalisasi posyandu dengan 4 terobosan, yakni rekrutmen kader, memperbaiki program posyandu, peningkatan kapasitas ilmu, dan inovasi dalam kemitraan. "Ini merupakan upaya pengukuhan peran posyandu beserta kader-kadernya dalam pembangunan generasi yang lebih kuat," tegasnya.

Senin, 26 Maret 2012

Roh Baru Gerakan Posyandu


MASYARAKAT telah lama mengenal pos pelayanan terpadu (posyandu) sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan balita.

Berbagai kegiatan pun dilakukan oleh kader posyandu, yang tujuannya meningkatkan kualitas anak agar sehat dan cerdas, sebagaimana termaktub dalam program prioritas pembangunan nasional. Karenanya, pelayanan kesehatan anak balita di posyandu harus terus ditingkatkan.

Posyandu yang dirintis sejak 1983, telah membawa manfaat penting bagi masyarakat. Terutama sebagai ujung tombak deteksi dini kesehatan, khususnya anak balita dan ibu hamil. Karenanya, pelayanan kesehatan anak balita yang diselenggarakan posyandu harus selalui ditingkatkan melalui kegiatan revitalisasi posyandu.

Salah satu bentuknya adalah pengembangan menjadi posyandu peduli tumbuh-aktif-tanggap (PPTAT). Posyandu plus itu diharapkan mampu melakukan upaya pemberdayaan keluarga dalam memantau dan memberi pola asuh TAT pada balita. Wujudnya adalah gerakan pemberdayaan keluarga untuk meningkatkan akses ibu dan anak batita terhadap pelayanan di posyandu tersebut.

Tahun ini, Gerakan Posyandu Peduli TAT telah diresmikan oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat H. Vita Gamawan Fauzi SH dalam Gebyar Posyandu di Bekasi 24 Januari lalu. Ini merupakan program kerja sama PKK Pusat dan Nestle Dancow Batita dalam upaya memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan posyandu melalui sosialisasi 3 tanda TAT sebagai panduan mudah bagi kader dan orang tua dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.

Panduan ini dirumuskan oleh tim ahli yang mewakili kajian ilmu terkait, terdiri atas ahli gizi Prof Dr Ir Ali Khomsan, ahli psikologi Dra Mayke Tedjasukmana MPsi, dan tim ahli PKK Pusat, yang kemudian dituangkan dalam modul-modul pelatihan sebagai panduan dalam pelatihan kader dan pelaksanaan harian posyandu.

Untuk Jawa Tengah, gerakan ini diawali pada 28 Februari lalu dengan kegiatan pelatihan bagi kader posyandu dan petugas kesehatan yang diikuti 120 kader dari Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Banyumas dan Magelang. Jumlah kader tersebut adalah bagian dari target pelatihan tahun ini sebanyak 8 ribu kader yang tersebar di 56 kabupaten/ kota dari 14 provinsi di Indonesia.

Asah Asih Asuh

Nanti, posyandu peduli TAT selain melayani kegiatan seperti posyandu pada umumnya, harus melayani 7 hal lainnya. Yakni memantau pertumbuhan lewat penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala atas anak, memantau keaktifan anak dalam melakukan keterampian gerakan kasar (loncat, lari, memanjat), keterampilan berbicara, gerak halus, dan kecerdasan lainnya.

Seterusnya adalah memantau respons anak terhadap lingkungan, mempelajari temperamen anak batita, dan upaya memberikan pola asuh yang tepat, mengenali sedini mungkin adanya permasalahan pada batita sehingga dapat segera dilakukan layanan rujukan ke puskesmas. Juga menyelenggarakan layanan konsultasi bagi orang tua yang mengalami permasalahan anak batitanya, serta membimbing orang tua untuk melakukan berbagai jenis kegiatan stimulasi sehingga anak batita meningkat kecerdasannya.

Guna mencapai keberhasilan dalam layanan prima pada 7 kegiatan tersebut, kader posyandu harus menerapkan pola landasan asih asah asuh. Penerapan metode dan teknik asih asah asuh oleh kader posyandu akan berdampak pada meningkatnya jumlah masyarakat yang datang. Hal ini dapat menekan jumlah drop out pengunjung dan mewujudkan pengunjung yang lestari dan setia. (10)



— Sri Rejeki Sardi AMd, Ketua Posyandu Mawar V Kelurahan Bangetayu Kulon Kecamatan Genuk, Posyandu Terbaik Kota Semarang 2012

Sabtu, 24 Maret 2012

Kematian akibat Rokok Melonjak Tiga Kali Lipat


KOMPAS.com — Angka kematian akibat merokok terus meningkat. Sebuah laporan terbaru yang dilansir oleh World Lung Foundation (WLF) mencatat, kematian akibat merokok melonjak hampir tiga kali lipat dalam satu dekade terakhir.

WLF dan American Cancer Society mengatakan, jika kecenderungan ini terus berlanjut, maka satu miliar orang akan mati akibat penggunaan tembakau pada abad ini atau satu orang akan meninggal setiap enam detiknya.

Seperti dilansir www.tobaccoatlas.org, tembakau telah membunuh 50 juta orang dalam 10 tahun terakhir, dan rokok bertanggung jawab atas lebih dari 15 persen dari semua kematian pria dan 7 persen kematian perempuan.

Di China, tembakau telah menjadi pembunuh nomor satu—yang menyebabkan 1,2 juta kematian per tahun—dan jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 3,5 juta setahun pada 2030.

Michael Eriksen, salah satu peneliti dan Direktur Institute of Public Health Georgia State University, mengatakan, tren yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa adanya penurunan tingkat merokok di negara maju, tetapi peningkatan justru terjadi di negara miskin.

"Jika kita tidak bertindak, maka ke depannya hal ini akan lebih mengerikan, dan beban kematian yang disebabkan oleh tembakau akan semakin tinggi di negara berkembang, terutama Asia, Timur Tengah, dan Afrika," katanya.

Eriksen mengungkapkan, hampir 80 persen orang yang meninggal karena penyakit terkait tembakau sekarang datang dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Turki, 38 persen kematian laki-laki dihubungkan dengan penyakit yang ditimbulkan akibat merokok, meskipun rokok juga masih menjadi pembunuh terbesar perempuan di Amerika.

Sementara itu, CEO WLF Peter Baldini menuduh industri rokok tidak peduli tentang efek bahaya yang dapat ditimbulkan dari rokok tersebut. Merokok penyebab utama kanker paru-paru dan beberapa penyakit paru kronis lainnya merupakan faktor risiko utama pada penyakit jantung.

Saat ini, lebih dari 170 negara telah menandatangani kesepakatan yang dibuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pembatasan tingkat merokok, perlindungan terhadap para perokok pasif, serta membatasi iklan dan promosi rokok.

"Kami tidak akan pernah membiarkan industri tembakau berada di atas angin. Tembakau adalah pembunuh. Tidak boleh diiklankan, disubsidi, atau dibuat glamor," sambung Margaret Chan, Direktur Jenderal WHO.

Kini Saatnya Posyandu Sosialisasikan Program KB


INILAH.COM, Jakarta - Selama ini,Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekadar tempat pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan timbang bayi. Padahal, Posyandu bisa memiliki peran lebih luas di antaranya mensosiaisasikan program Keluarga Berencana (KB).

Karenanya, PKK bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berintegrasi dalam kegiatan Posyandu untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), menanggulangi balita dengan gizi buruk, serta mempercepat terwujudnya Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera.

Berdasarkan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup yang merupakan tertinggi Se-ASEAN.

Pemerintah masih dituntut bekerja keras menurunkannya hingga tercapai target Millennium Development Goal (MDG) 5, menurunkan AKI menjadi 102/100.000 pada tahun 2015.

Sedangkan berdasarkan (Riset Kesehatan Dasar) Riskesdas 2010, masih cukup banyak ibu hamil dengan faktor risikoterlalu, yaitu terlalu tua hamil (hamil di atas usia 35 tahun) sebanyak 27%.

Terlalu muda untuk hamil (hamil di bawah usia 20 tahun) sebanyak 2,6% dan terlalu banyak (jumlah anak lebih dari 4) sebanyak 11,8%, dan (4) terlalu dekat (jarak antar kelahiran kurang dari 2 tahun).

"PKK sudah 17 tahun berkiprah selama 17 tahun dalam peningkatan cakupan KB melalui kesatuan gerak PKK-KB-Kes. Rata-rata peningkatan cakupan KB antara 25-30% setiap tahunnya," kata Kutua IV TP PKK, Susi Subekti dalam siaran persnya yang diterima INILAH.COM, Selasa (13/4).

Sementara itu, Ketua BKKBN Dr dr. Sugiri Syarief menjelaskan bahwa program KB sejak tahun 2009 sampai tahun 2011 telah menunjukan hasil yang cukup baik, dimana pencapaiannya melebihi target yang ditentukan.

Melalui peran pos pelayanan terpadu (Posyandu) di seluruh Indonesia, maka kesertaan masyarakat mengikuti keluarga berencana, dan bidang kesehatan lainnya dapat ditingkatkan.

Namun, menurut Sugiri, beberapa tahun terakhir ini gaung Posyandu kurang terdengar, tidak seperti di tahun 1980an.

“Banyak yang tidak aktif, Padahal bisa menjadi tempat penyuluhan KB, masalah kesehatan, dan lainnya," ujar Sugiri

Saat ini Posyandu yang aktif di seluruh Indonesia ada 272.000 unit. Kalau jumlah keseluruhan Posyandu lebih dari 500.000 unit, tapi banyak tidak aktif, sambung Susi Subekti. Kader PKK (pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga) yang ada di lingkungan RT dan RW sebagai penggerak Posyandu.

Tahun lalu, BKKBN telah mencoba untuk menggerakan kembali posyandu bersama tim TP PKK ke beberapa daerah. Namun hasilnya belum maksimal dan belum terdengar gaungnya. Tahun ini, BKKBN akan kembali melakukan kegiatan bersama PKK untuk menghidupkan posyandu.

“Tahun ini, BKKBN akan bermitra dengan PKK untuk lebih menghidupkan posyandu di Indonesia, namun saya berharap rekan-rekan media tuk membatu menggemakangaungnya”, pungkas Sugiri. [mor]

Jumat, 23 Maret 2012

5 VAKSIN IMUNISASI DASAR BAYI


Pemerintah setiap tahun terus berupaya untuk menurunkan angka kejadian penyakit seperti Poliomyelitis (kelumpuhan), Campak (measles), Difteri (indrak), Pertusis (batuk rejan / batuk seratus hari), Tetanus, Tuberculosis (TBC) dan Hepatitis B dengan menggalakan program pencegahan penyakit yaitu imunisasi pada bayi dan anak. Imunisasi bisa diartikan suatu usaha untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu dengan menyuntikan vaksin. Yakni kuman hidup yang dilemahkan / kuman mati / zat yang bila dimasukkan ke tubuh akan merangsang menciptakan kekebalan terhadap penyakit tertentu.

5 macam Vaksin imunisasi dasar

Untuk imunisasi dasar yang harus diberikan pada bayi antara lain.

Vaksin Polio; Bibit penyakit yang menyebabkan polio adalah virus, vaksin yang digunakan oleh banyak negara termasuk Indonesia adalah vaksin hidup (yang telah diselamatkan) vaksin berbentuk cairan. pemberian pada anak dengan meneteskan pada mulut. Kemasan sebanyak 1 cc / 2 cc dalam 1 ampul.

Vaksin Campak; Bibit penyakit yang menyebabkan campak adalah virus. Vaksin yang digunakan adalah vaksin hidup. Kemasan dalam flacon berbentuk gumpalan yang beku dan kering untuk dilarutkan dalam 5 cc pelarut. Sebelum menyuntikkan vaksin ini, harus terlebih dahulu dilarutkan dengan pelarut vaksin (aqua bidest). Disebut beku kering oleh karena pabrik pembuatan vaksin ini pertama kali membekukan vaksin tersebut kemudian mengeringkannya. Vaksin yang telah dilarutkan potensinya cepat menurun dan hanya bertahan selama 8 jam.

Vaksin BCG; Vaksin BCG adalah vaksin hidup yang berasal dari bakteri. Bentuknya vaksin beku kering seperti vaksin campak berbentuk bubuk yang berfungsi melindungi anak terhadap penyakit tuberculosis (TBC). Dibuat dari bibit penyakit hidup yang telah dilemahkan, ditemukan oleh Calmett Guerint. Sebelum menyuntikkan BCG, vaksin harus lebih dulu dilarutkan dengan 4 cc cairan pelarut (NaCl 0,9%). Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan dalam waktu 3 jam. Vaksin akan mudah rusak bila kena sinar matahari langsung. Tempat penyuntikan adalah sepertinya bagian lengan kanan atas.

Vaksin Hepatitis B; Bibit penyakit yang menyebabkan hepatitis B adalah virus. Vaksin hepatitis B dibuat dari bagian virus yaitu lapisan paling luar (mantel virus) yang telah mengalami proses pemurnian. Vaksin hepatitis B akan rusak karena pembekuan dan pemanasan. Vaksin hepatitis B paling baik disimpan pada temperatur 2,8°C. Biasanya tempat penyuntikan di paha 1/3 bagian atas luar.

Vaksin DPT; Terdiri toxoid difteri, bakteri pertusis dan tetanus toxoid, kadang disebut “triple vaksin”. Berisi vasin DPT, TT dan DT. Vaksin DPT disimpan pada suhu 2,8°C kemasan yang digunakan : Dalam - 5 cc untuk DPT, 5 cc untuk TT, 5 cc untuk DT. Pemberian imunisasi DPT, DT, TT dosisnya adalah 0,5 cc. Dalam pemberiannya biasanya berupa suntikan pada lengan atau paha.

Penyebab Diare dan Penanganan Diare


Kalau berbicara tentang penyakit diare mungkin sudah banyak orang yang tau. Diare adalah penyakit dengan gejala buang air besar encer lebih dari 3 kali sehari. Biasanya berbentuk cair/encer dan merupakan pergerakan tinja yang cepat melalui usus.

Penyebab diare ternyata bermacam-macam. Yaitu ada diare psikogenik dan diare emosional yaitu diare akibat ketegangan saraf atau bahasa lainnya diare karena grogi atau stress hehhe.

Ada juga diare yang disebabkan oleh virus atau bakteri, Biasanya diare jenis ini yang sering menyerang pada kita-kita dan anak kecil. Infeksi ini menyerang saluran pencernaan pada ujung distal illium dan usus besar. Akibatnya mukosa teriritasi dan kecepatan untuk mencerna makanan menjadi meningkat.

Ada juga diare yang khusus yaitu diare yang disebabkan oleh kuman tertentu:

Diare pada amoebiasis oleh disentri amoeba.

Diare ini disebabkan oleh infeksi entamuba histolitika di dalam usus besar. Infeksi dapat menyebabkan ulserasi atau perlukaan pada dinding kolon.

Ciri-ciri terkena diare ini adalah diare 20 kali atau bahkan lebih dalam sehari, tinja berbau disertai darah dan lendir, mengeluh nyeri perut dan lemah , menyebabkan berat badan menurun.

Bila diare tidak ditangani dengan cepat dapat menyebakan panas yang tinggi dan disertai nyeri perut yang menyeluruh dan kejang.
Diare pada shigellosis oleh disentri basiler.

Diare ini di sebabkan oleh bakteri shigella dysentriae yang menembus dan berkembang di dalam usus.

Ciri-cirinya bila nyeri pada perut bagian bawah, panas tinggi, menggigil, hilang nafsu makan, malas, sakit kepala dan lemah. Tinja bercampur dengan darah dan lendir
Diare pada kolera.

Diare ini disebabkan oleh toksin kolera yang menyerang sekresi elektrolit dan air.

Ciri-cirinya ada “watery diarrhea” yaitu tinja yang mengeluarkan lebih banyak air dari pada ampas. Tidak ada nyeri namun muntah tanpa mual, dapat menyebabkan dehidrasi dalam waktu singkat dan syok hipovolemik.

Sebenarnya diare bukanlah penyakit yang berbahaya apabila tidak di tangani dengan baik. Komplikasi yang bisa terjadi adalah adanya dehidrasi dan syok hipovolemik akibat banyaknya cairan yang keluar dari tubuh tanpa diimbangi oleh masuknya cairan.

Mungkin cara yang termudah untuk penanganan diare adalah untuk mecegah dehidrasi dan syok. Pasien harus diusahakan makan dan minum yang banyak, minum oralit atau bisa minum cairan pengganti elektrolit untuk mencegah dehidrasi.

Memang apabila terjangkit penyakit diare biasanya kita tidak berselera untuk makan dan minum, saya juga pernah mengalami nya sendiri :D namun harus “dipaksa” untuk mencegah komplikasi.

Bila diare tidak segera sembuh dalam kurun waktu 1×24 jam segera periksakan diri ke dokter. Semoga bermanfaat, jaga kebersihan makan dan tangan yahh :D

Kamis, 22 Maret 2012

BKKBN Tak Sediakan Alat Kontrasepsi Remaja


BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan tidak akan menyediakan alat kontrasepsi khusus untuk remaja.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Sudibyo Alimoesa mengaku, sudah banyak pihak yang meminta diadakan alat kontrasepsi khusus bagi remaja. Hal ini menyusul maraknya seks bebas di kalangan pelajar hingga menyebabkan kehamilan.

“Tapi menyediakan alat kontrasepsi untuk remaja sama sekali bukan solusi dan tidak mendidik. Jadi yang seharusnya dilakukan adalah upaya preventif dengan pembinaan dan penyadaran agar remaja terhindar dari pergaulan bebas. Kami dengan tegas menolak kontrasepsi untuk remaja,” ungkap dia kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Saat ini yang pihaknya lakukan adalah mengadakan program-program tentang kesehatan reproduksi terutama bagi para pelajar perempuan. Remaja perempuan yang lebih banyak dirugikan. BKKBN, dia melanjutkan, juga sudah bekerja sama dengan banyak kampus dan SMA dalam penyediaan tenaga konselor kesehatan reproduksi.

Selanjutnya dibuat komunitas-komunitas di kampus dan SMA yang mengampanyekan bahaya seks bebas. Pihaknya mengklaim hampir seluruh sekolah di berbagai daerah sudah tersentuh program ini.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Herlini Amran mendesak BKKBN segera meningkatkan sosialisasi program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja (PKBR). Ini dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya prilaku seks bebas pada remaja yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Dia menyampaikan, pemerintah harus meningkatkan program sosialisasi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja.Dari data Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) diperoleh hasil, 97% remaja pernah menonton film porno serta 93,7% pernah melakukan adegan intim bahkan hingga melakukan seks oral.

Solusi Terbaik Saat Terkena Racun Tomcat


KETIKA Anda mengalami gejala-gejala terserang racun tomcat, segeralah cuci dengan air dan beri sabun. Jika masih terasa gatal, gunakan salep Acyclovir lima persen yang bisa dibeli di apotik.

Masyarakat diminta tak panik akan keberadaan tomcat yang kini sedang marak melanda Surabaya. Pasalnya, serangan serangga yang disebut pula Kumbang Rove atau Paederus Littoralis ini dapat dicegah dan ditangani.

Hal tersebut disampaikan oleh Ir Alexandre S Siahaya MT selaku Kepala Bidang Pertanian dan Kehutanan Dinas Pertanian Kota Surabaya.

"Jika terkena serangan tomcat, segera cuci dengan air dan beri sabun. Sabun mandi biasa saja cukup. Itu untuk mematikan racunnya. Jika masih tak mempan, masih gatal, segera ke apotik, gunakan salep Acyclovir lima persen," jelasnya saat dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Selasa (20/3/2012).

Lebih lanjut, Alex pun menyarankan masyarakat untuk membersihkan pekarangan rumahnya yang memiliki rumput-rumput tebal tak terawat.

"Serangga ini mencari rumput tebal, di tempat seperti kebun, halaman rumah, atau pekarangan yang lembap. Karenanya, untuk menghindarinya bersihkan pekarangan," tutur Alex.

Alex pun meminta masyarakat agar tidak menjemur pakaian di malam hari, karena tomcat senang bersarang di pakaian lembap yang disinari cahaya terang dari lampu.

"Juga hindari menjemur baju di malam hari mereka suka tempat lembap dan terang. Kalau malam hari warga menjemur pakaian biasanya di atas jemurannya dipasangkan lampu terang. Nah, tomcat suka berada di sana karena pakaian yang dijemur lembap dan ada cahaya terang. Bahaya jika mereka mengeluarkan toksin di pakaian atau handuk yang dijemur, itu dapat membuat manusia terkena racun," tutupnya.

Revitalisasi Posyandu


CIKAL-BAKAL posyandu atau pos pelayanan terpadu ditetapkan Departemen Kesehatan pada 1975 dengan merancang Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD).

Ini adalah strategi pembangunan kesehatan yang menerapkan prinsip gotong-royong dan swadaya masyarakat. Tujuannya agar masyarakat dapat menolong dirinya sendiri melalui pengenalan dan penyelesaian masalah kesehatan yang dilakukan bersama petugas kesehatan secara lintas program dan lintas sektor. Kegiatan PKMD pertama kali diperkenalkan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, diselenggarakan dalam pelbagai bentuk.

Kegiatan PKMD untuk perbaikan gizi, dilaksanakan melalui Karang Balita, sedangkan untuk penanggulangan diare melalui Pos Penanggulangan Diare. Untuk pengobatan masyarakat di perdesaan melalui Pos Kesehatan, serta untuk imunisasi dan keluarga berencana (KB) dilakukan di Pos Imunisasi dan Pos KB Desa.

Namun, pelayanan kesehatan justru menjadi terkotak-kotak, menyulitkan koordinasi, serta memerlukan lebih banyak sumber daya. Untuk mengatasinya, pada 1984 dikeluarkanlah Instruksi Bersama antara Menteri Kesehatan, Kepala BKKBN,dan Menteri Dalam Negeri, yang mengintegrasikan berbagai kegiatan masyarakat ke dalam satu wadah yang disebut dengan posyandu.

Kegiatan yang dilakukan diarahkan untuk lebih mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi, yang sesuai dengan konsep GOBI-3F (Growth Monitoring, Oral Rehydration, Breast Feeding, Imunization, Female Education, Family Planning and Food Suplementation) atau lima kegiatan posyandu, yaitu kesehatan ibu dan anak (KIA), KB, imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare. Namun, sejak krisis ekonomi, kegiatan posyandu menjadi menurun. Banyak kegiatan di posyandu yang tidak aktif, bahkan sampai ditutup.

Untuk menggiatkan kembali layanan di posyandu, pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 411.3/1116/SJ tanggal 13 Juni 2001 tentang Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu. Isinya, setiap gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia wajib menjalankan program revitalisasi posyandu secara aktif. Surat tersebut diharapkan dapat dijadikan acuan bersama dengan semangat kebersamaan dan keterpaduan untuk mengembalikan dan meningkatkan fungsi dan kinerja posyandu.

Meski begitu, imbauan tersebut sepertinya belum membuahkan hasil yang maksimal. Posyandu seakan “mati suri”. Kiprahnya seperti istilah ”hidup segan, mati tak mau”. Kegiatannya selama ini semakin sayup, lamat-lamat tak terdengar.

Menurut Dr Hadiat MA, Direktur Komunitas Kesehatan dan Nutrisi BAPPENAS, dari sekitar 270.000 posyandu yang ada di Indonesia, hanya setengahnya yang masih aktif. Padahal, posyandu efektif dalam mendukung tercapainya target Millenium Development Goals (MDGs), terutama poin memberantas kemiskinan dan kelaparan, menurunkan angka kematian anak, dan meningkatkan kesehatan ibu. Karena, kegiatan di posyandu paling umum adalah menimbang bayi dan mencatat status pertumbuhan, pelayanan gizi, dan ibu hamil.

“Sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah, tetapi kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan semua pihak,” ujarnya dalam diskusi media bertajuk “Revitalisasi Posyandu: Peningkatan Kapasitas Kader Sebagai Ujung Tombak Usaha Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak” bersama Kraft Foods Indonesia dan Save the Children di Hotel Mandarin Oriental.

Upaya tersebut, lanjut dia,antara lain membentuk Tim Pokjanal Posyandu yang berfungsi membina perkembangan posyandu secara berjenjang, baik tingkat kabupaten atau kota sampai kecamatan. Selain itu, terdapat program dalam rangka peningkatan kinerja kader. Karena selama ini diketahui hanya 30 persen kader yang telah terlatih. Terkait pendanaan, pemerintah juga telah mengeluarkan Bantuan Operasional Kesehatan untuk membantu pemerintahan kabupaten dan kota dalam melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan menuju MDGs.

“Bisa dipakai untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif seperti pembelian vaksin dan kegiatan surveilans,” tutur Hadiat.

Hidayat menyadari minat masyarakat untuk mengembangkan posyandu saat ini makin berkurang. Karena itu dia mengingatkan masyarakat untuk kembali menggiatkan layanan di sarana kesehatan dasar ini.
(tty)

BKKBN-PKK Sepakat Gairahkan Lagi Posyandu


Karena antusiasme masyarakat untuk mendatangi posyandu mulai menurun.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sepakat untuk menggairahkan kembali minat masyarakat untuk mendatangi pos pelayanan terpadu (posyandu).

"Saat ini minat warga untuk mendatangi posyandu di Indonesia mulai redup," kata Kepala BKKBN, Sugiri Syarief usai membuka Rakornas Kemitraan BKKBN dengan PKK di Jakarta, Selasa (13/3).

Ia menjelaskan, saat ini antusiasme masyarakat Indonesia untuk mendatangi posyandu mulai menurun sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk mendorongnya kembali.

Menurut Kepala BKKBN, posyandu sangat berfungsi dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, menanggulangi balita dengan gizi buruk, mempercepat terwujudnya keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

"Keberadaan posyandu telah terbukti mendukung upaya pembangunan kesehatan melalui Revitalisasi Posyandu," kata Sugiri.

Selain itu tambah dia, posyandu juga bisa menjadi salah satu tempat untuk melakukan penyuluhan program kependudukan dan keluarga berencana.

Karena itu, pihaknya bersama PKK ingin melakukan berbagai upaya untuk menggairahkan minat masyarakat ke posyandu.

Kamis, 10 November 2011

Sosialisasi KB Gencar

CIANJUR—Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur gencar melakukan sosialisasi penyuluhan Keluarga Berencana/KB. Tujuannya tak lain untuk menekan angka kelahiran bayi. Sosialisasi sendiri, dilakukan di Gedung Bale Rancage, kemarin.
Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Netty Heryawan mengatakan, penyuluhan KB merupakan rangkaian dari program kesatuan gerak PKK 2011, yang serentak dilakukan pertanggal 31 Oktober lalu. Netty menyebutkan, tujuan dari sosialisasi penyuluhan KB adalah untuk mengubah paradigm masyrakat soal membangun keluarga. Menurutnya, di era globalisasi sekarang ini, tidak hanya cukup dengan membangun tanpa adanya rencana.
“Sekarang itu, harusnya masyarakat harus sadar. Tidak cukup membangun sebuah keluarga tanpa rencana. Membangun keluarga sangat butuh perencanaan. Karena, untuk mengimbangi era globalisasi sekarang ini, pertumbuhan penduduk harus berbanding lurus dengan kualitas SDMnya,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Penggerak PKK Cianjur, Yana Rosdian, memaparkan, pertumbuhan penduduk di Cianjur terbilang cepat dan tidak terkontrol. Pasalnya, tercatat pada 2006 lalu, jumlah penduduk Cianjur mencapai sekitar 2 juta. Pada saat ini (2011), jumlah penduduk tercatat sekitar 2,3 juta.
“Bisa dilihatkan, pertumbuhannya setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 50 ribu jiwa. Makanya, kalau tidak ditekan, bagaimana jadinya Cianjur. Mending kalau bayi yang dilahirkannya sehat, kalau tidak, mau jadi apa?” ungkapnya.
Dirinya menegaskan, pemerintah tidak bisa menekan angka kelahiran bayi tanpa dibantu kesadaran dari masyarakat. Kekhawatiran pemerintah adalah banyaknya generasi yang tidak berkualitas, sementara kebutuhan zaman terus mengalami perubahan dan peningkatan.
“Kita tidak bisa langsung melarang, tapi sebaiknya para orang tua harus memiliki rencana yang matang dalam membangun keluarganya. Salah satunya dengan mengikuti KB. Memang, diakui oleh kami, masih ada sebagian masyarakat yang takut akan KB, tapi alasan yang dikemukakan sebagian karena mitos belaka. Kami memiliki kader sekitar 13.000 yang tersebar hampir di setiap kecamatan, konsultasikan terlebih dahulu sebelum memakainya,” paparnya.
Sementara terkait dengan keberadaan program Jaminan Persalinan (Jampersal), dirinya mengakui program tersebut kontardiktif. Akan tetapi, keberadaan program jampersal harus dimaknai secara bijak. Karena program tersebut merupakan program kemanusiaan.
“Bukan untuk mampang-mempeung gratis. Program tersebut diberikan untuk mereka yang membutuhkan. Antisipasi tingginya angka kematian pada ibu melahirkan. Lebih harus dipahami saja kebutuhannya untuk apa serta kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan,” terangnya.(zul)

10 Khasiat Minum Air Putih

Air dalam tubuh diantaranya berfungsi menjaga kesegaran, membantu pencernaan dan mengeluarkan racun. Namun, tahukah Anda, ternyata banyak manfaat yang direguk dari air putih, selain kesegaran.

Banyak orang yang tidak mengetahui khasiat air selain untuk menghilangkan dahaga saja. Air dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan cara yang mudah dan murah. berikut 10 manfaat air putih yang mungkin dapat kita jadikan acuan saat akan mengkonsumsi minuman di luar dari air putih.

1. Memperlancar Sistem Pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.

2. Air Putih Membantu Memperlambat Tumbuhnya Zat-Zat Penyebab Kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.

3. Perawatan Kecantikan
Bila kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit. Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh pun harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.

4. Untuk Kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.
Menurut basil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus.

Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak. Nah, buat yang malas mandi pagi atau bahkan malas mandi harus mulai dirubah tuh kebiasaannya…

5. Menyehatkan Jantung
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dan penyakit kewanitaan. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.

6. Sebagai Obat Stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan.

Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran. Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.

7. Efek Relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.
Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika memilik shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Konon, shower juga menghasilkan ion negatif.

8. Menguruskan Badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.

9. Tubuh Lebih Bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.

10. Penyeimbang tubuh .
Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.

Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari.

Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara di sekitarnya.

Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.

Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!

Jika berada di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.

Minggu, 06 November 2011

Rakor Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Provinsi Jawa Barat


Bandung – Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat berkoordinasi menghadapi ledakan penduduk. Persoalan saat ini bukan sekadar mengejar akseptor untuk menahan laju pertumbuhan penduduk, tapi memberikan pemahaman tentang masalah yang akan dihadapi. “Pembiaran masalah ledakan penduduk, sesungguhnya kita telah melakukan ecological suicide. Manusia adalah penghasil sampah dan penduduk yang banyak berbanding dengan sampah yang kian menumpuk. Artinya kerusakan lingkungan. Itu hanya salah satu dari sekian banyak masalah yang diakibatkan oleh ledakan penduduk,” ujar Ketua Tim Penggerak Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan pada rapat koordinasi Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Provinsi Jawa Barat di kantor Sekretariat TP PKK Provinsi Jabar Kota Bandung, Sabtu (29/10/2011).

Masalah berikutnya dari ledakan penduduk, lanjut Netty, adalah masalah sosial. Karena itu, pola pikir mengejar akseptor kepada masyarakat sudah harus diubah. Saat ini, sebaiknya masyarakat diberikan pemahaman soal masalah yang akan dihadapi ketika ledakan penduduk terjadi. Misalnya, ledakan penduduk berimplikasi pada ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Paradigma sebelumnya, kita dihadapkan pada persoalan kependudukan untuk mengejar akseptor. Tetapi sekarang kita harus sambil mengedukasi masyarakat terkait masalah-masalah yang akan dihadapi kalau terjadi ledakan penduduk. Bagaimana kelak kita tidak hanya bertambah penduduk, tetapi meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.

ASI Eksklusif Penting untuk Cegah Campak dan Polio


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan bisa memberi kekebalan tubuh bayi dari beberapa penyakit. Termasuk diantaranya penyakit campak dan polio.

''ASI eksklusif penting untuk mencegah baik polio dan campak,'' ujar Sekretaris Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Soedjatmiko di Jakarta, Ahad (25/9).

Ia memaparkan, pencegahan kedua jenis penyakit yang berbahaya bagi anak ini diakui tidak hanya melalui imunisasi saja. Tapi pemberian ASI eksklusif bisa menambah perlindungan bagi bayi. Karena itu, ibu yang melahirkan harus memberikan ASI eksklusif, kecuali ibu yang tidak bisa menyusui karena indikasi medis.

Menurut Soedjatmiko, anggapan masyarakat selama ini bahwa penyakit campak tak berbahaya adalah salah. ''Penyakit campak sangat berbahaya,'' tegasnya.

Pada kasus campak berat bisa menyebabkan kematian. Dan jika campak mengenai saraf otak, maka akan menyebabkan kecacatan seumur hidup.

Begitu juga dengan penyakit polio yang mudah menular. Penyakit yang masuk melalui saluran pencernaan ini menyerang sel saraf. ''Jika menyerang saraf pernafasan, akan meninggal karena tidak bisa bernafas,'' jelas Soedjatmiko.

Pada banyak kasus, polio menyerang saraf bergerak sehingga menyebabkan kaki dan tangan lumpuh.

Posyandu Kubu Raya Terbaik Nasional


Sungai Raya – Kualitas masyarakat Kabupaten Kubu Raya kembali teruji secara kualitas tingkat nasional. Kali ini posyandu di Desa PAL IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya menjadi terbaik tingkat nasional berdasarkan penilaian Palang Merah Indonesia (PMI) bersama PT Astra Internasional.

Penilaian tersebut dilakukan secara spontan berdasarkan survei yang dilakukan PT Astra bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

“Hari Minggu kemarin, kader ‘Posyandu (Pusat Pelayanan Terpadu) Sehat Cerdas’ kita menerima penghargaan itu di Jakarta,” kata Normawati selaku pembina Posyandu Sehat Cerdas, Desa Pal IX kepada wartawan di Sungai Raya, kemarin.

Menurutnya, penilaian yang dilakukan PT Astra Internasional mengacu pada proses pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, keaktifan kader posyandu, dan peran masyarakat setempat.

“Kita tidak menyangka kalau posyandu yang kita bina bisa meraih penghargaan tersebut, yang jelas ini menjadi suatu kebanggaan bagi kita dan masyarakat Kubu Raya umumnya karena mendapatkan penilaian sebagai posyandu terbaik tingkat nasional,” tuturnya.

Wati mengatakan, penilaian oleh tim PT Astra dilakukan bersama BKKBN, Dinas Kesehatan dan beberapa pihak terkait lainnya pada awal bulan Oktober lalu. Sedangkan untuk pengumuman pemenangnya dilakukan pada Minggu malam kemarin.

“Kalau tidak salah saya ada sekitar sebelas penghargaan yang diberikan oleh PT Astra dan PMI dalam kegiatan tersebut, dan Alhamdulillah (Puji Tuhan) Kubu Raya mendapatkan penilaian sebagai posyandu terbaik se-Indonesia,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bidang kesehatan, kepedulian Astra difokuskan pada program Kesehatan Ibu dan Anak dengan menggelar Lomba Posyandu Binaan Grup Astra tingkat nasional yang diselenggarakan bulan September-Oktober 2011.

Berdasarkan hasil penilaian tim juri yang terdiri dari Kementerian Kesehatan RI dan praktisi kesehatan, terpilih sebanyak 21 posyandu binaan Grup Astra di seluruh Indonesia setelah mengikuti seleksi keluar empat posyandu terbaik.

Penghargaan yang diberikan kepada empat posyandu terbaik yakni, Juara I mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp50 juta dari Posyandu Sehat Cerdas, Desa PAL IX, Kecamatan Sungai Kakap, Juara II mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp30 juta dari Posyandu Wijaya Kusuma IA, Tanjung Morawa, Sumatra Utara, Juara III mendapatkan dana pembinaan senilai Rp15 juta dari Posyandu Banjar Taman, Sanur, Denpasar, Bali dan Juara Harapan mendapatkan dana pembinaan senilai Rp3 juta dari Posyandu Flamboyan 7, Cikarang Barat, Jawa Barat.

Dengan diraihnya penghargaan tersebut Normawati mengharapkan posyandu Sehat Cerdas bisa menjadi percontohan bagi posyandu lainnya baik yang ada di Kabupaten Kubu Raya, maupun Kalbar dan Indonesia khususnya.

Dia menyatakan, peran posyandu sangat penting dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, aktif dan cerdas.

“Kita sangat bersyukur masyarakat yang ada di Desa Pal IX sangat tinggi sehingga Posyandu Sehat Cerdas ini bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (oen)

Sabtu, 05 November 2011

KADER DAN POSYANDU (POS PELAYANAN TERPADU)


Dr. Suparyanto, M.Kes

A. PENGERTIAN

Posyandu adalah sistem pelayanan yang dipadukan antara satu program dengan program lainnya yang merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu dan dinamis seperti halnya program kb dengan kesehatan atau berbagai program lainnya yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat (BKKBN, 1989).
Pelayanan yang diberikan di posyandu bersifat terpadu , hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat karena di posyandu tersebut masyarakat dapat memperolah pelayanan lengkap pada waktu dan tempat yang sama (Depkes RI, 1990).
Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari keluarga berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana


TUJUAN PENYELENGGARA POSYANDU

Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu ( ibu hamil, melahirkan dan nifas)
Membudayakan NKKBS.
Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.


PENGELOLA POSYANDU.

Penanggungjawab umum : kades/lurah
Penggungjawab operasional : tokoh masyarakat
Ketua pelaksana : ketua tim penggerak PKK
Sekretaris : ketua pokja iv kelurahan/desa
Pelaksana: kader Posyandu, yang dibantu petugas KB-KES (Puskesmas).


KEGIATAN / PROGRAM POKOK POSYANDU :

KIA
KB
lmunisasi.
Gizi.
Penggulangan diare.



PEMBENTUKAN POSYANDU.

Langkah – langkah pembentukan:

Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan.
Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader Posyandu di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB .
Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri, sarana dan prasarana posyandu, biaya posyandu
Pemilihan kader posyandu.
Pelatihan kader posyandu.
Pembinaan.


F. KRITERIA PEMBENTUKAN LOKASI POSYANDU.

Pembentukan posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu posyandu melayani 100 balita.


KRITERIA KADER POSYANDU :

Dapat membaca dan menulis.
Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan.
Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat.
Mempunyai waktu yang cukup.
Bertempat tinggal di wilayah posyandu.
Berpenampilan ramah dan simpatik.
Diterima masyarakat setempat.


PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU.

Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh kader, tim penggerak PKK desa/kelurahan serta petugas kesehatan dari puskesmas, dilakukan pelayanan masyarakat dengan system 5 meja yaitu :

meja 1 : pendaftaran.
meja 2 : penimbangan
meja 3 : pengisian kms
meja 4 : penyuluhan perorangan berdasarkan kms.
meja 5 : pelayanan KB dan; Kesehatan

Pelayanan di meja 5 berupa:

Imunisasi
Pemberian vitamin a dosis tinggi berupa obat tetes ke mulut tiap bulan februari dan agustus.
Pembagian pil atau kondom
Pengobatan ringan.
Konsultasi KB-kesehatan

Petugas pada meja 1 s/d 4 dilaksanakan oleh kader Posyandu sedangkan meja 5 merupakan meja pelayanan (kader, jurim, bindes, perawat dan petugas KB).


SASARAN POSYANDU :

Bayi/balita.
Ibu hamil/ibu menyusui.
WUS dan PUS.


PELAYANAN DI POSYANDU

Kesehatan ibu dan anak :1. Pemberian pil tambah darah (ibu hamil),2. Pemberian vitamin a dosis tinggi ( bulan vitamin a pada bulan februarii dan agustus), 3. PMT, 4. Imunisasi.,5. Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. keberhasilan program terlihat melalui grafik pada kartu kms setiap bulan.
Keluarga berencana, pembagian pil KB dan kondom.
Pemberian oralit dan pengobatan.
Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja 4 dengan materi dasar dari kms baita dan ibu hamil. keberhasilan posyandu tergambar melalui cakupan SKDN

S : semua balita diwilayah kerja posyandu.
K : semua balita yang memiliki KMS.
D : balita yang ditimbang.
N : balita yang naik berat badannya.


.KEBERHASILAN POSYANDU BERDASARKAN :

Baik/kurangnya peran serta masyarakat: indikatornya D/S
Berhasil tidaknya program posyandu: indikatornya N/D

.DANA
• Dana pelaksanaan posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpunan melalui kegiatan dana sehat.

.SISTEM INFORMASI POSYANDU (SIP)

Sistem informasi posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola posyandu. oleh sebab itu sistem informasi posyandu merupakan bagian penting dari pembinaan posyandu secara keseluruhan. konkritnya, pembinaan akan lebih terarah apabila di dasarkan pada informasi yang lengkap, akurat dan aktual. dengan kata lain pembinaan merupakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi karena didasarkan pada informasi yang tepat, baik dalam lingkup terbatas maupun lingkup yang lebih luas.


MEKANISME OPERASIONAL SIP

Pemerintah desa/kelurahan bertanggung jawab atas tersediannya data dan informasi posyandu.
Pengumpul data dan informasi adalah tim penggerak pkk dengan menggunakan instrumen :

catatan ibu hamil, kelahiran /kematian dan nifas oleh ketua kelompok dasa wisma (kader PKK) .
register bayi dalam wilayah kerja posyandu bulan januari s/d desember.
register anak balita dalam wilayah kerja posyandu bulan januari s/d desember.
register wus- pus alam wilayah ketiga posyandu bulan januari s/d desember.
register ibu hamil dalam wilayah kerja posyandu bulan januari s/d desember.
data pengunjung petugas posyandu, kelahiran dan kematian bayi dan kematian ibu hamil melahirkan dan nifas.
data hasil kegiatan posyandu.

catatan : Instrumen/format SIP diatas oleh kader posyandu dengan bimbingan teknis dari petugas kesehatan/PLKB


Tim Penggerak PKK desa/kelurahan bertanggungjawab dalam hal :

Menghimpun data dan informasi dari seluruh posyandu yang ada dalam wilayah desa/kelurahan.
Menyimpulkan seluruh data dan informasi.
Menyusun data dan informasi sebagai bahan pertemuan ditingkat kecamatan (rakorbang).
Puskesmas, PPLKB, kaurbang mengambil data dari desa untuk dianalisis dan kemudian menjadi bahan rakor posyandu di tingkat kecamatan.
Hasil analisis digunakan sebagai bahan menyusunan rencana pembinaan. masalah-masalah yang dapat diatasi oleh pemerintah tingkat kecamatan segera diambil langkah pemecahannya sedangkan yang tidak dapat dipecahkan dilaporkan ke tingkat kabupaten/kotamadya sebagai bahan rakorbang tingkat ll.


STRATA POSYANDU

Strata posyandu dikelompokkan menjadi 4 :

1. Posyandu pratama :

Belum mantap.
Kegiatan belum rutin.
Kader terbatas.

2. Posyandu madya :

Kegiatan lebih teratur
Jumlah kader 5 orang

3. Posyandu purnama :

Kegiatan sudah teratur.
Cakupan program/kegiatannya baik.
Jumlah kader 5 orang
Mempunyai program tambahan

4. Posyandu mandiri :

Kegiatan secara terahir dan mantap
Cakupan program/kegiatan baik.
Memiliki dana sehat dan jpkm yang mantap.

Dari konsep diatas, dapat disimpulkan beberapa indikator sebagai penentu jenjang antar strata posyandu adalah :

Jumlah buka posyandu pertahun.
Jumlah kader yang bertugas.
Cakupan kegiatan.
Program tambahan.
Dana sehat/JPKM

Posyandu akan mencapai strata posyandu mandiri sangat tergantung kepada kemampuan, keterampilan diiringi rasa memiliki serta tanggungjawab kader pkk, lpm sebagai pengelola dan masyarakat sebagai pemakai dari pendukung posyandu.

KADER POSYANDU

1. Pengertian

Kader kesehatan dinamakan juga promotor kesehatan desa (prokes) adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh dari masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat.
Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat Depkes RI memberikan batasan kader: “Kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela”. (Zulkifli, 2003)
Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat, serta bekerja di tempat yang dekat dengan pemberian pelayanan kesehatan. (Syafrudin, dan Hamidah, 2006)
Kader kesehatan adalah adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat. Dalam hal ini kader disebut juga sebagai penggerak atau promoter kesehatan. (Yulifah, R. dan Yuswanto, TJA. 2005)


2. Tugas kader Posyandu.

1). Persiapan hari buka posyandu.

Menyiapkan alat dan bahan, yaitu : alat penimbangan bayi, KMS, alat pengukur LILA, alat peraga dll
Mengundang dan menggerakkan masyarakatuntuk datang ke posyandu
Menghubungi pokja posyandu, yaitu menyampaikan rencana kegiatan kepada kantor desa
Melaksanakan pembagian tugas, yaitu menentukan pembagian tugas diantara kader posyandu baik untuk persiapan maupun pelaksanaan kegiatan


2). Melaksanakan pelayanan 5 meja.

Meja 1: Pendaftaran bayi, balita, bumil, menyusui dan PUS.
Meja 2: Penimbangan balita dan mencatat hasil penimbangan
Meja 3: Mengisi buku KIA / KMS
Meja 4:1. Menjelaskan data KIA / KMS berdasarkan hasil timbang,2. Menilai perkembangan balita sesuai umur berdasarkan buku KIA. Jika ditemukan keterlambatan, kader mengajarkan ibu untuk memberikan rangsangan dirumah,3. Memberikan penyuluhan sesuai dengn kondisi pada saat itu,4. Memberikan rujukan ke Puskesmas, apabila diperlukan

Meja 5: Bukan merupakan tugas kader, melainkan pelayanan sector yang dilakukan oleh petugas kesehatan, PLKB, PPL, antara lain :1. Pelayanan imunisasi,2. Pelayanan KB,3. Pemeriksaan kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui,4. Pemberian Fe / pil tambah darah, vitamin A (kader dapat membantu pemberiannya), kapsul yodium dan obat-obatan lainnya

Untuk meja 1-4 dilaksanakan oleh kader kesehatan dan untuk meja 5 dilaksanakan oleh petugas kesehatan diantaranya dokter, bidan, perawat, juru imunisasi dan sebagainya. (Dinkes jawa timur, 2005)


3). Tugas kader setelah hari buka posyandu.

Memindahkan catatan dalam KMS ke dalam buku register atau buku bantu kader
Mengevaluasi hasil kegiatan dan merencanakan kegiatan dari posyandu yang akan datang
Melaksanakan penyuluhan kelompok (kelompok dasa wisma)
Melakukan kunjungan rumah (penyuluhan perorangan) bagi sasaran posyandu yng bermasalah antara lain :

Tidak berkunjung ke posyandu karena sakit
Berat badan balita tetap Selama 2 bulan berturut turut
Tidak melaksanakan KB padahal sangat perlu
Anggota keluarga sering terkena penyakit menular (Dinkes jawa timur, 2005)

Hal-hal yang boleh dilakukan kader dalam deteksi dini tumbuh kembang anak / balita antara lain :

Penimbangan berat badan
Pengukuran tinggi badan
Pengukuran lingkar kepala
Pengukuran lingkar lengan

Adapun 3 jenis deteksi dini tumbuh kembang yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan di tingkat puskesmas dan jaringannya dan tidak boleh dilakukan kader, antara lain :

Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, yaitu untuk mengetahui / menemukan status gizi kurang atau buruk dan mikrosefali
Deteksi dini penyimpangan perkembangan, yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (keterlambatan), gangguan daya lihat, gangguan daya dengar
Deteksidini penyimpangan mental emosional, yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional, autism dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (Depkes RI, 2005)

Jumat, 04 November 2011

Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu

Sejak terjadinya krisis kegiatan Posyandu juga ikut menurun, oleh karena itu untuk meningkatkan kegiatan Posyandu kembali telah diterbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor :411.3/536/SJ tanggal 3 Maret 1999 tentang Revitalisasi Posyandu. Tetapi dalam pelaksanaannya dan menghadapi era otonomi dan desentralisasi dianggap penting bahwa pedoman tersebut perlu diperbarui dan disesuaikan dengan tuntutan perkembangan. Oleh karena itu telah diterbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor :411.3/1116/SJ tanggal 13 Juni 2001 tentang Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia, yang merupakan pembaharuan atau surat edaran Menteri Dalam Negeri yang lalu.

Surat edaran tersebut diharapkan dapat dijadaikan acuan bersama dalam upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan peningkatan status gizi masyarakat melalui Posyandu dimasa yang mendatang dengan semangat kebersamaan dan keterpaduan sesuai dengan fungsi masing-masing. Revitalisasi Posyandu ini dititik beratkan pada strategi pendekatan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat dengan akses kepada modal social budaya masyarakat yang didasarkan atas nilai-nilai tradisi gotong royong yang telah mengakar didalam kehidupan masyarakat menuju kemandirian dan keswadayaan masyarakat. Ada 6 point dalam surat edaran tersebut untuk meningkatkan kegiatan Posyandu dan juga dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah yaitu :

Posyandu merupakan upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan peningkatan status gizi masyarakat.
Posyandu mampu berperan sebagai wadah pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat.
Pelaksanaan Posyandu perlu dihimpun seluruh kekuatan masyarakat agar berperan serta secara aktif sesuai dengan kemampuannya.
Posyandu perlu dilanjutkan sebagai upaya investasi pembangunan sumber daya manusia yang dilaksanakan secara merata.
Pemerintah daerah untuk mensosialisasikan dan mengkoordinasikan pelaksanaannya dengan melibatkan peran masyarakat (LSM, ormas, sektor swasta, dunia usaha, lembaga/negara donor dll).
Pedoman ini dapat dipergunakan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan revitalisasi Posyandu yang secara teknis masing-masing daerah dapat menyesuaikan.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan